Siapa Juga yang Butuh Nyawa Yesus, juga Tidak Ada yang Meminta Nyawa Yesus, Yesus Sendiri yang Justru Mencampakkan Nyawa-Hidupnya Ibarat Sampah Tidak Berharga, dengan Menyerahkan Nyawanya Agar Dibunuh dan Terbunuh di Kayu Salib alias “BUNUH DIRI”—Yesus Mati Konyol dan Sia-Sia
Question : Hidup adalah duka, karenanya melanjutkan hidup dan tetap hidup, adalah perjuangan sejati itu sendiri. Perspektifnya menjadi bertolak-belakang dengan ajaran agama samawi seperti nasrani, yang mengajarkan bahwa hidup adalah nikmat, karenanya yesus yang mati bunuh diri karena menyerahkan nyawanya bak sampah tidak berharga untuk dibunuh, sehingga mati muda, lalu mengundang keprihatinan para umat nasrani, seolah-olah yesus telah mengorbankan “tidak menikmati kenikmatan hidup hingga tua”. Padahal bila yesus memilih untuk tidak mencampakkan nyawanya dan hidup hingga tua, belum tentu ia tahan menanggung duka seperti kelaparan, kesedihan, penyakit, kekecewaan, wabah, bencana alam, bencana kemanusiaan, maupun penderitaan lainnya.
