Hanya Orang Dungu yang Meremehkan Dhamma yang Dibabarkan oleh Sang Buddha
Question : Pernah ada film dari TIongkok, yang mengisahkan seorang biksu selalu merasa bosan dan mengantuk ketika mendengarkan khotbah Buddha. Bukankah itu sungguh mecelehkan Dhamma, dimana bisa jadi pembuat film tersebut tidak pernah membaca ataupun mendengarkan khotbah Buddha sebagaimana tertuang dalam Sutta Pitaka, Tipitaka? Semua orang yang telah pernah membaca khotbah-khotbah Buddha dalam Sutta Pitaka, seperti dalam Majjhima Nikāya, Dīgha Nikāya, Saṁyutta Nikāya, Aṅguttara Nikāya, dan sebagainya, akan merasa kagum dan terkesan pada ajaran-ajaran Buddha. Hanya orang yang tidak pernah membaca ataupun mendengar ajaran Buddha, yang meremehkan sebagai “tidak bagus” atau diskredit lainnya. Bukankah aneh, menyatakan “tidak bagus” akan tetapi tidak pernah mengetahui seperti apakah ajaran Buddha?


