Apakah pernah, Ibrahim berkata : “I treasure him more than my own life, I prefer EXCHANGE HIM WITH MY LIFE” dan Menyembelih Leher Ibrahim Sendiri?
Mengapa Ibrahim Merasa Berhak untuk Meng-KURBAN-kan Nyawa Ismail seolah
Nyawa sang Anak ialah Milik sang Ayah, mengapa Ibrahim Tidak Meng-KURBAN-kan
Nyawa Milik Ibrahim Sendiri?
Question : Hanya karena mengalami “mimpi-basah”, Ibrahim tega menyembelih anak kandungnya sendiri, Ismail, demi impian-liar Ibrahim yang ingin bersetubuh dengan puluhan bidadari berdada-montok di sorga. Menumbalkan nyawa milik orang lain, alih-alih menumbalkan nyawa milik Ibrahim sendiri, demi ego pribadi Ibrahim. Yang tidak saya mengerti, mengapa sosok psikopat haus-darah semacam itu, disebut sebagai “nabi”, bahkan disembah dan dihormati oleh para umat agama samawi, yang mereka rayakan setiap tahunnya, alih-alih merasa malu dan tabu?
